Sabtu, 28 Januari 2017

Cara Mengajukan Pensiunan Di Bank Dengan Mudah

Apa Anda seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja sebagai pegawai BUMN/BUMD atau Anda seorang anggota TNI/POLRI? dan Anda bingung ingin mengajukan pinjaman dimana saat pensiun nanti ketika Anda sedang membutuhkandana untuk keperluan Anda dan keluarga?

Ingin mengajukan pinjaman dana dengan syarat anggunan, namun tidak memiliki barang atau aset yang akan di jadikan anggunan? Tenang saja, gunakan saja Surat Keputusan (SK) Pensiun Anda!

Ya, bagi Anda Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sudah pensiun dari tempat Anda bekerja, baik pegawai BUMN/BUMD atau anggota TNI/POLRI, Anda dapat menggunakan jaminan SK Pensiun Anda untuk dapat mengajukan pinjaman dana.
Ada beberapa Bank di Indonesia yang tentunya sudah bisa menyediakan layanan pinjaman dana dengan persyaratan Surat Keputusan (SK) Pensiun Pegawai Anda. Tentunya dengan adanya layanan ini akan dapat digunakan untuk berbagi keperluan seperti membeli/merenovasi rumah, untuk modal usaha, pengobatan keluarga, dan masih banyak lagi yang mungkin bisa Anda gunakan.

Jenis pinjaman apa yang bisa didapat? lalu, Bank apa yang dapat memberikan layanan pinjaman untuk pegawai pensiunan?
Ya, jenis pinjaman yang Anda dapatkan adalah jenis pinjaman dengan produk Citra Pensiun yang Anda dapatkan di Bank Swasta di seluruh Indonesia yaitu PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional. Tbk (PT. Bank BTPN). Anda bisa datang langsung ke Bank BTPN di seluruh Indonesia yang terdekat dengan tempat tinggal Anda.


PT. Bank Tabungan Pensiuanan Nasional, Tbk sudah berpengalaman selama 57 Tahun sudah mengabdi kepada lebih dari 700.000 nasabah pensiunan di seluruh Indoesia. Dengan berbagai Visi dan Misi Bank BTPN  yang selalu ingin menjadi bank mass market terbaik, mengubah hidup berjuta rakyat Indonesia, bersama kita ciptakan kesempatan tumbuh dan hidup yang lebih berart.

Berikut syarat untuk mengajukan dana pensiun di Bank BTPN:
1. SKEP Asli
2. Foto Copy KTP
3. Foto Copy Kartu Keluarga
4. Pas Photo ukuran 3x4 5 lembar
5. Buku Gajih Pensiun

0 komentar: